Bayangkan situasi berikut. Anda memiliki situs web, tetapi suatu hari situs itu tidak dapat diakses. Setelah melacak, anda menemukan bahwa ada masalah dengan server yang menyebabkan downtime. Sebenarnya tinggal menunggu server bekerja normal kembali.

Downtime berarti bahwa sistem atau layanan tidak berfungsi pada waktu tertentu. Istilah ini biasanya digunakan dalam diskusi tentang penyediaan sistem atau layanan teknologi informasi. Downtime juga dikenal sebagai idle time.

Padahal, downtime merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, Anda harus memahami segala sesuatu tentang downtime. Mulai dari downtime, apa penyebab downtime server, hingga tips bagaimana menghindari downtime dan mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

Untungnya, hal di atas dibahas secara rinci dalam artikel ini. Tanpa basa-basi lagi, berikut penjelasan lengkap tentang downtime!

Apa Itu Downtime? 

Downtime mengacu pada periode dimana layanan atau sistem komputer tidak tersedia atau tidak dapat dioperasikan sehingga tidak dapat digunakan. Istilah downtime juga dapat digambarkan sebagai kegagalan atau waktu berhenti. Downtime terbagi menjadi dua kategori yaitu planned downtime dan unplanned downtime.

Planned downtime mengacu pada gangguan terjadwal dalam uptime sistem komputer untuk melakukan pemeliharaan atau membuat perubahan lain. Tidak seperti unplanned downtime, planned downtime ditentukan dan dikomunikasikan sebelumnya untuk meminimalkan dampak pada pengguna. Misanya, downtime yang direncanakan dapat dijadwalkan untuk jam malam hari agar tidak mempengaruhi jam kerja

Baca Juga:   Colocation Server: Pengertian, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan

Unplanned downtime mengacu pada gangguan yang tidak diinginkan dalam waktu aktif sistem komputer. Downtime biasanya disebabkan oleh masalah teknis, malfungsi, atau kejadian tak terduga lainnya. Dengan terjadinya downtime tanpa peringatan, unplanned downtime dapat menyebabkan gangguan bisnis, kehilangan data, atau efek yang tidak diinginkan lainnya.

Kebalikan dari downtime adalah uptime. Seperti yang mungkin sudah Anda duga, uptime adalah jumlah waktu server cloud hosting Anda dapat berjalan dengan lancar. Ini berarti Anda dapat mengakses situs web apa pun yang disimpan di server tanpa masalah.

Tentu saja, setiap orang mengharapkan kinerja server yang maksimal, atau waktu aktif 100%. Sayangnya, itu tidak mungkin. loh kenapa gitu? Jawabannya terletak pada masalah yang menyebabkan downtime. Simak penjelasannya dibawah ini!

Penyebab Downtime

Ada banyak penyebab downtime, antara lain:

1. Human error

Ini adalah kesalahan yang paling umum. Seperti misalnya kesalahan dalam mengetik yang kemudian secara tidak sengaja menarik dan memasukkan informasi yang salah menjadi faktor penyebab downtime yang paling sering terjadi.

2. Kesalahan konfigurasi

Konfigurasi sistem pada dasarnya sangat kompleks. Kesalahan konfigurasi, untuk alasan apapun adalah penyebab umum dari semua jenis kesalahan sistem yang dapat menyebabkan downtime.

3. Kegagalan pada peralatan

Perangkat keras biasanya dibuat dengan baik dan memiliki ketahanan yang baik pula, tetapi hal tersebut tidak menjadi jaminan bahwa kegagalan pada perangkat keras tidak terjadi.

4. Kegagalan pada daya

Jaringan perusahaan dapat runtuh dengan cepat selama pemadaman listrik jika tidak ada cadangan daya yang cukup seperti generator. Selain downtime, pemadaman listrik dapat mengakibatkan hilangnya data sensitif dan kerusakan inventaris jaringan.

5. Serangan keamanan

Serangan keamanan seperti peretasa, phishing, penolakan layanan, dapat merusak atau memperlambat jaringan. Hal ini juga berdampak pada rentannya serangan yang dapat menembus jaringan dan mencuri informasi sensitif.

Baca Juga:   Rekomendasi Distro Linux Terbaik dan Terpopuler Bagi Pemula!

6. Traffic terlalu tinggi

Server memiliki batas trafficnya sendiri. Jika server menerima terlalu banyak lalu lintas dan tidak dapat menerimanya, server akan mati secara otomatis. Kondisi ini teratasi saat lalu lintas menurun.

7. Bencana alam

Bencana seperti gempa bumi dan tornado dapat merusak atau menghancurkan perangkat jaringan, cadangan daya, dan sistem komunikasi tanpa peringatan sebelumnya.

Cara Menghitung Downtime

Jika anda ingin meminimalkan downtime, penting bagi anda untuk mengetahui besaran downtime anda, informasi ini juga akan membantu anda untuk memonitor kualitas server anda. Berikut adalah cara menghitung downtime:

Jika anda ingin mengetahui persentase downtime rate

Anda dapat menggunakan rumus berikut:

% downtime rate = periode downtime (dalam jam)total jam setahun 100%

Misal, apabila dalam setahun terakhir anda mengalami downtime selama 28 jam, maka persentase downtime ratenya adalah:

% downtime rate = 248760 100% = 0,27%

Jika anda ingin mengetahui periode downtime

Anda dapat menggunakan rumus berikut:

Periode downtime = %downtime rate100% total jam dalam setahun

Misal, jika persentase downtime rate anda dalam setahun adalah 0,2% maka periode downtimenya adalah:

Periode downtime = 0,2%100% 8760 = 17,52 jam, atau sekitar 17 jam 52 menit.

Jika yang diketahui hanyalah uptime nya

Anda dapat menghitung downtime dengan mengurangi uptime. Jika persentase uptime Anda 99,95%, tingkat downtime Anda adalah 100% – 99,95% = 0,05%. Kemudian Anda dapat menggunakan rumus kedua untuk menemukan downtime. Dengan perhitungan, downtime sama dengan 4,38 jam, atau 4 jam 22 menit.

Tips Mencegah Downtime

Pemadaman server yang sering terjadi atau gangguan layanan dapat merusak citra perusahaan yang menyebabkan publisitas buruk dan tingkat churn pelanggan yang tinggi. Ada beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk membantu mencegah dan meminimalkan downtime, antara lain sebagai berikut:

Baca Juga:   Apa Itu Ransomware? Pengertian, Jenis dan Cara Kerjanya

1. Pakai data center terbaik

Tips menghindari downtime antara lain dengan menggunakan data center yang optimal. Saat memilih server, periksa di mana pusat datanya berada. Lokasi pusat data yang baik rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta aman dari pemadaman listrik dan aktivitas kriminal. Downtime yang sering terjadi tidak mungkin terjadi jika server Anda berada di pusat data yang aman.

2. Pilih layanan hosting yang tepat

Setelah Anda memastikan server Anda berada di pusat data terbaik, langkah selanjutnya adalah memilih layanan hosting yang tepat. Pastikan hosting yang Anda pilih aman dan memiliki downtime yang sangat sedikit. Khusus bagi pemilik website, pemilihan layanan hosting nantinya akan mempengaruhi traffic website.

3. Gunakan arsitektur server yang baik

Selain memilih pusat data dan hosting Anda, Anda juga harus memperhatikan arsitektur server Anda. Patokan untuk server yang baik adalah komponen perangkat keras canggih yang dapat menahan gempuran serangan berbahaya.Anda juga dapat menggunakan cloud server sebagai solusi.

Tertarik Untuk Menggunakan Cloud Server yang cepat dan mudah dari Nevacloud?

Downtime adalah masalah server yang mengganggu setiap orang yang pernah mengalaminya. Untungnya, artikel ini membantu saya memahami semua tentang downtime. Dari penyebab hingga tips tentang cara menghindari kegagalan server. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu tips untuk mencegah downtime adalah dengan menggunakan arsitektur server yang baik. Nah, anda dapat menggunakan cloud server untuk mengoptimalkan kinerja situs anda dalam mencegah terjadinya downtime. Jika anda tertarik untuk menggunakan cloud vps yang cepat dan mudah, anda bisa menggunakan layanan cloud server dari Nevacloud. Yuk kunjungi Nevacloud dan temukan penawaran menariknya!

Avatar for Titis Nur Pratomo

About Author

Titis Nur Pratomo

SEO Specialist at Deneva | Helping Increase Business Visibility in Search Engine | SEO & WordPress Enthusiast