Adware adalah jenis perangkat lunak yang dirancang menampilkan iklan di perangkat pengguna tanpa persetujuan (ilegal). Meskipun beberapa adware bersifat relatif aman, keberadaannya dapat memperlambat kinerja ponsel dan menimbulkan risiko privasi. Meski begitu, banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa aplikasi gratis yang diunduh dari sumber tidak resmi bisa membawa adware secara terselubung.

Oleh karena itu, memahami apa itu adware, dampaknya, serta cara mengidentifikasi dan menghapusnya menjadi hal yang cukup penting untuk menjaga keamanan ponsel. Di artikel ini Nevacloud akan membahas apa itu adware, dampaknya, contoh aplikasi yang mengandung adware, dan cara efektif untuk menghapus adware di Android atau OS lain. Langsung saja, yuk kita mulai pembahasannya..

Apa itu Adware?

Adware adalah software yang dirancang untuk menampilkan iklan spam secara agresif di perangkat pengguna. Umumnya, adware masuk ke sistem melalui aplikasi gratis, software bundling, atau tautan mencurigakan. Perangkat yang terserang adware akan memunculkan pop-up iklan, redirect ke website tertentu, atau penambahan toolbar aneh di browser. 

Meskipun adware tidak seganas serangan malware, keberadaannya tetap dapat memperlambat kinerja, memakan memori RAM, dan memperboros baterai ponsel. Selain itu, beberapa adware juga bisa melacak perilaku online pengguna untuk tujuan periklanan, sehingga hal ini berpotensi menimbulkan risiko terkait data privasi.

Apa Penyebab Munculnya Adware?

Kehadiran adware dapat mengganggu pengguna, bahkan bisa merusak perangkat. Untuk lebih jelasnya, mari simak beberapa penyebab utama munculnya Adware:

1. Mengunduh Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi

Salah satu penyebab utama adware masuk ke ponsel adalah mengunduh aplikasi dari situs atau toko aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi. Aplikasi semacam ini sering dibundel dengan perangkat lunak tambahan, termasuk adware, yang secara diam-diam menampilkan iklan atau mengumpulkan data pengguna. Selalu pastikan aplikasi diunduh dari Play Store (Android) atau App Store (iOS) untuk meminimalkan risiko.

Baca Juga:   Apa itu URL? Pengertian, Fungsi, & Contoh Strukturnya (Lengkap)

2. Bundling dengan Software Gratis

Beberapa aplikasi gratis menawarkan fitur menarik, tetapi dibundel dengan adware sebagai imbalan monetisasi. Pengguna mungkin tidak sadar saat menyetujui izin tambahan selama proses instalasi. Bundling ini umum terjadi pada aplikasi ringan, game gratis, atau utilitas ponsel yang tampak sah, sehingga perlu perhatian ekstra saat membaca ketentuannya.

3. Klik Iklan atau Tautan Mencurigakan

Adware bisa masuk dari tautan berbahaya yang dibagikan di email, media sosial, atau situs web yang tidak terpercaya. Mengklik iklan pop-up atau banner yang mencurigakan dapat mengunduh file yang berisi adware secara otomatis. Risiko ini meningkat jika pengguna tidak memasang antivirus atau setting keamanan data ponsel yang optimal.

4. Browser yang Tidak Aman atau Plugin Berbahaya

Browser lama atau plugin tertentu adalah hal yang dapat menjadi penyebab munculnya adware. Ekstensi browser yang tidak diverifikasi sering menambahkan iklan agresif, mengalihkan pengguna ke situs tertentu, atau bahkan menanam script untuk melacak aktivitas online. Memastikan browser selalu diperbarui dan hanya menggunakan plugin resmi dapat mengurangi risiko adware.

5. Sistem Operasi dan Aplikasi yang Tidak Diperbarui

Adware memanfaatkan celah keamanan di sistem operasi atau aplikasi yang belum diperbarui. Perangkat yang jarang diperbarui memiliki kemungkinan lebih besar terkena adware, karena error atau bug serta kerentanan tidak ditutup. Maka dari itu, lakukan update OS dan aplikasi secara rutin untuk mencegah masuknya adware ke ponsel kamu.

6. File APK atau Data dari Sumber Tidak Terpercaya

Mengunduh file APK di luar Play Store atau membuka lampiran dari sumber tidak dikenal meningkatkan risiko adware. File ini bisa berisi skrip tersembunyi yang langsung menanam adware di perangkat begitu dibuka. Selalu verifikasi sumber file sebelum menginstal atau membuka data di ponsel.

Apa Dampak dari Adware?

Adware adalah perangkat lunak yang tampak ringan, tetapi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pengguna dan perangkat. Dampak ini tidak hanya bersifat mengganggu penggunaan perangkat, tetapi juga berpotensi merusak kinerja ponsel atau komputer dan membahayakan privasi pengguna. Berikut penjelasan terkait dampak dari adware:

1. Mengganggu Penggunaan Perangkat

Salah satu dampak paling langsung dari adware adalah munculnya iklan pop-up atau banner yang terus-menerus mengganggu aktivitas pengguna. Iklan ini bisa muncul di aplikasi, browser, atau bahkan layar utama perangkat. 

Bahkan, beberapa adware juga melakukan redirect ke situs tertentu tanpa persetujuan pengguna, membuat navigasi menjadi tidak nyaman. Pengalaman pengguna yang terganggu ini sering menyebabkan frustasi dan menurunnya produktivitas.

Baca Juga:   Arti WWW (World Wide Web), Sejarah & Fungsinya Lengkap

2. Menurunkan Kinerja Perangkat

Adware dapat mempengaruhi kinerja ponsel atau komputer secara signifikan. Iklan yang terus muncul membutuhkan pemrosesan CPU dan memori RAM, sehingga hal ini bisa memperlambat sistem serta kinerja perangkat. 

Umumnya, perangkat yang terinfeksi adware cenderung mengalami lag, loading lambat, dan konsumsi baterai yang lebih tinggi. Dampak ini terutama terasa pada perangkat dengan spesifikasi rendah atau yang sudah lama digunakan.

3. Potensi Pelacakan Data dan Privasi

Beberapa adware memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data pengguna, seperti riwayat browsing, lokasi, hingga perilaku online. Data ini kemudian digunakan untuk menargetkan iklan atau dijual ke pihak ketiga. Risiko privasi ini membuat pengguna rentan terhadap pelanggaran data, spam, atau pencurian informasi pribadi (spoofing).

4. Risiko Kejahatan Cyber yang Lebih Parah

Adware yang tidak ditangani dapat membuka pintu bagi malware lain, seperti serangan spyware atau trojan. Misalnya, iklan yang muncul bisa berisi link menuju situs berbahaya yang menanam malware tambahan. Hal ini meningkatkan risiko pencurian data, peretasan akun, atau kerusakan sistem.

Contoh Aplikasi Adware Berbasis Komputer

Berikut beberapa contoh aplikasi adware yang pernah ditemukan pada perangkat komputer. Sebagian muncul sebagai software gratis, plugin browser, atau program utility yang tampak aman, namun sebenarnya menyisipkan iklan atau melacak aktivitas pengguna.

  • Fireball – Mengubah pengaturan browser dan memaksa pengguna melihat iklan.
  • Gator – Menampilkan iklan pop-up ketika pengguna menjelajah internet.
  • DeskAd – Menginfeksi desktop dengan banner iklan terus-menerus.
  • Dollar Revenue – Mengumpulkan data browsing untuk menayangkan iklan.
  • Save Now – Menyisipkan iklan ke dalam halaman web yang dikunjungi.
  • ShopAtHome – Memberikan kupon belanja palsu sambil memantau aktivitas online.
  • Aquantum – Menampilkan iklan banner berlebihan pada browser.
  • DealPly – Memasang ekstensi browser yang memunculkan iklan diskon.
  • Adware.Win32.Fraud – Memaksa pengguna mengunduh aplikasi berbahaya lain.
  • RocketTab – Mengarahkan hasil pencarian ke situs sponsor penuh iklan.

Semua contoh ini menunjukkan bahwa adware di komputer dapat hadir dalam berbagai bentuk, dari toolbar hingga aplikasi gratis yang tampak aman bahkan bermanfaat.

Contoh Aplikasi Adware Berbasis Ponsel (Android/iOS)

Berikut beberapa contoh aplikasi adware yang pernah ditemukan di perangkat Android maupun iOS. Banyak di antaranya sempat beredar di Play Store atau App Store sebelum akhirnya dihapus.

  • Flashlight Free – Aplikasi senter yang menyisipkan iklan pop-up berlebihan.
  • Brightest Flashlight – Menyalin data lokasi sambil menampilkan iklan penuh layar.
  • Quickpic – Versi tiruan galeri foto yang menayangkan iklan tersembunyi.
  • Music Player Free – Memunculkan iklan audio/video otomatis saat dijalankan.
  • ES File Explorer (versi lama) – Menampilkan iklan agresif dan notifikasi palsu.
  • Super Cleaner – Aplikasi pembersih RAM yang menayangkan iklan pop-up.
  • SnapTube (modifikasi) – Menyisipkan iklan redirect ke situs berbahaya.
  • Candy Gallery – Menginfeksi ponsel dengan banner iklan terus-menerus.
  • Weather Forecast App – Berbentuk aplikasi cuaca dengan iklan penuh layar.
  • XHelper – Adware persisten yang tetap aktif meski aplikasi dihapus.
Baca Juga:   Object Storage vs Penyimpanan Tradisional: Pilihan Mana yang Lebih Unggul?

Contoh di atas menunjukkan bahwa adware di ponsel Android dan iOS bisa menyamar dalam berbagai jenis aplikasi seperti utilitas, musik, bahkan cuaca untuk menarik pengguna.

Cara Menghapus Adware di Berbagai Jenis Perangkat

Menghapus adware perlu dilakukan dengan cara yang teliti agar perangkat kembali aman dan performanya normal. Berikut adalah cara untuk menghapus dan menghilangkan adware di perangkat dengan sistem operasi Android, iOS, maupun komputer/laptop.

1. Cara Menghapus Adware di Ponsel Android

  1. Hapus aplikasi mencurigakan: Buka Pengaturan > Aplikasi, temukan aplikasi tidak dikenal atau jarang dipakai, lalu pilih Uninstall.
  2. Gunakan Safe Mode: Tekan tombol daya, pilih Mode Aman, lalu hapus aplikasi adware tanpa gangguan.
  3. Bersihkan cache & data: Masuk ke Pengaturan > Penyimpanan, hapus cache agar file sementara adware ikut terhapus.
  4. Gunakan antivirus terpercaya: Install aplikasi keamanan seperti Avast, Kaspersky, atau Malwarebytes untuk scan menyeluruh.
  5. Update sistem operasi Android: Pastikan kamu telah mengupdate OS terbaru untuk menutup celah keamanan.

2. Cara Menghapus Adware di Ponsel iOS

  • Identifikasi aplikasi baru: Periksa aplikasi yang baru diunduh sebelum iklan mencurigakan muncul.
  • Hapus aplikasi bermasalah: Tekan dan tahan ikon aplikasi, pilih Remove App, lalu konfirmasi.
  • Bersihkan Safari/Browser: Buka Pengaturan > Safari > Hapus Riwayat dan Data Situs Web untuk menghapus skrip iklan.
  • Perbarui iOS: Pastikan perangkat menjalankan versi iOS terbaru agar patch keamanan terpasang.
  • Reset pengaturan: Jika adware masih muncul, lakukan Reset All Settings tanpa menghapus data pribadi.

3. Cara Menghapus Adware di Komputer dan Laptop

  • Uninstall program mencurigakan: Buka Control Panel > Programs and Features, cari software tidak dikenal, lalu klik Uninstall.
  • Scan dengan antivirus/anti-malware: Gunakan Malwarebytes, Windows Defender, atau Bitdefender untuk mendeteksi file adware.
  • Hapus ekstensi browser: Di Chrome/Firefox/Edge, buka menu Extensions/Add-ons dan hapus plugin yang tidak dikenal.
  • Bersihkan cache dan cookies: Pakai fitur Clear Browsing Data untuk menghapus sisa file iklan.
  • Gunakan Safe Mode (Windows/Mac): Lakukan proses reboot, kemudian masuk ke safe mode untuk menghapus file yang sulit dihapus dalam kondisi normal.


Sudah Paham Apa itu Adware & Cara Menghapusnya?

Pada intinya, adware adalah jenis malware yang menampilkan iklan agresif dan dapat mengganggu performa perangkat, baik ponsel maupun komputer. Pastikan kamu hanya mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya, memperbarui aplikasi dan OS secara rutin, serta gunakan antivirus untuk mendeteksi ancaman lebih awal. 

Di era digital, keamanan data sangat bergantung pada kualitas perangkat dan juga server. Apalagi, kalau data tersebut adalah data bisnis yang bersifat penting. Butuh layanan cloud server handal untuk amankan data bisnis kamu? Cloud VPS Nevacloud adalah solusinya. 

Menawarkan cloud aman berperforma tinggi, Nevacloud siap menjaga aplikasi, website, dan data penting bisnis kamu tetap stabil serta terlindungi dari serangan cyber. Lindungi perangkat dan server kamu, karena keamanan digital dimulai dari sistem yang handal.

Avatar for Hiqbal Fauzi

About Author

Hiqbal Fauzi

As SEO Specialist at Deneva with a bachelor's in animal husbandry, passionate about digital marketing, especially in SEO.