Acronis Backup adalah solusi perlindungan data modern yang dirancang untuk menjaga keamanan file penting, baik untuk kebutuhan bisnis maupun personal. Karena resiko serangan siber atau kerusakan sistem bisa terjadi kapanpun, tentu memiliki sistem backup yang efisien menjadi keharusan. 

Acronis menawarkan layanan backup otomatis ke berbagai lokasi, mulai dari penyimpanan lokal hingga cloud, sehingga proses pemulihan data bisa dilakukan dengan mudah. Memiliki sistem enkripsi tingkat tinggi dan fitur pemulihan cepat, Acronis adalah solusi keamanan data yang cepat dan efisien. 

Apa itu Acronis Backup?

Acronis Backup adalah software pencadangan data otomatis yang menawarkan solusi untuk pencadangan file, recovery sistem, dan perlindungan data secara keseluruhan. Berbeda dari software backup konvensional, Acronis mendukung berbagai metode penyimpanan, termasuk server lokal, penyimpanan cloud, atau kombinasi keduanya. 

Acronis dilengkapi teknologi incremental backup, yang hanya mencadangkan perubahan terbaru pada data, sehingga menghemat ruang penyimpanan dan waktu pemrosesan. Memiliki antarmuka yang user-friendly dan fitur pemulihan cepat, Acronis merupakan solusi data security dari ancaman siber, human error, dan kerusakan perangkat.

Apa Fungsi dari Acronis Backup?

Acronis tidak hanya berfungsi untuk menyimpan salinan data, tetapi juga memberikan perlindungan menyeluruh, pemulihan cepat, hingga pengelolaan cadangan yang efisien. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi utama dari Acronis:

1. Perlindungan Data Menyeluruh

Acronis Backup adalah software yang melindungi seluruh data, mulai dari file individual, aplikasi, hingga sistem operasi lengkap. Perlindungan ini mencakup perangkat fisik (PC, server) dan teknologi virtualisasi seperti VMware atau Hyper-V. Fitur ini memastikan semua data penting tetap aman meskipun terjadi kerusakan perangkat, sistem, atau serangan siber.

2. Disaster Recovery

Salah satu keunggulan Acronis adalah kemampuannya melakukan disaster recovery, yaitu recovery data secara cepat pasca insiden seperti bencana alam atau serangan ransomware. Dengan fitur ini, pengguna dapat memulihkan sistem ke kondisi sebelum insiden hanya dalam hitungan menit, meminimalkan downtime bisnis.

Baca Juga:   Pengertian Network Bridge di Linux

3. Backup Otomatis dan Terjadwal

Acronis memungkinkan pengguna mengatur jadwal backup secara otomatis sesuai kebutuhan. Kamu dapat menentukan frekuensi backup harian, mingguan, atau bulanan tanpa harus melakukan proses manual. Fitur otomatisasi ini membantu menjaga konsistensi pencadangan sekaligus mengurangi risiko kelalaian manusia.

4. Enkripsi & Keamanan Data

Data security adalah prioritas utama dalam sistem IT modern. Acronis Backup menggunakan teknologi enkripsi tingkat militer (AES-256) untuk melindungi cadangan dari akses tidak sah. Seluruh proses backup, penyimpanan, dan transfer data dilakukan melalui jalur aman, sehingga risiko kebocoran informasi dapat ditekan seminimal mungkin.

5. Dukungan Multi-Platform

Acronis backup adalah software yang mendukung berbagai sistem operasi dan perangkat, termasuk Windows, macOS, Linux, bahkan perangkat seluler. Dukungan multi-platform ini jelas bisa memudahkan perusahaan yang menggunakan infrastruktur campuran untuk mengelola backup dari satu dashboard terpadu.

6. Manajemen Penyimpanan Fleksibel

Pengguna dapat memilih lokasi penyimpanan sesuai kebutuhan, seperti server lokal, NAS (Network Attached Storage), atau layanan cloud Acronis. Fleksibilitas ini memungkinkan kombinasi metode penyimpanan hybrid yang menggabungkan keamanan on-premise dan kenyamanan cloud.

7. Monitoring & Laporan Real-Time

Acronis menyediakan fitur pemantauan status backup secara real-time melalui antarmuka web. Pengguna bisa menerima laporan otomatis mengenai keberhasilan proses backup, kapasitas penyimpanan, hingga potensi masalah yang perlu segera ditangani.

Bagaimana Cara Kerja Acronis Backup?

Cara kerja Acronis Backup cukup sederhana namun sangat efektif dalam melindungi data penting. Berikut adalah proses cara kerja dari Acronis Backup:

  • Identifikasi Sumber Data – Aplikasi mendeteksi file, folder, atau sistem yang akan di backup.
  • Pembuatan Salinan Data – Acronis membuat salinan penuh (full backup) atau hanya perubahan terbaru (incremental backup).
  • Enkripsi & Kompresi – Data diamankan dengan enkripsi AES-256 dan dikompresi agar hemat ruang.
  • Transfer ke Penyimpanan – Salinan data dikirim ke lokasi pilihan, seperti cloud Acronis, NAS, atau hard drive lokal.
  • Monitoring & Recovery – Pengguna memantau status backup dan dapat melakukan pemulihan kapan saja jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.

Berapa Biaya Langganan Acronis Backup?

Biaya Acronis Backup tergantung jenis lisensi, perangkat yang akan di backup (workstation, server, virtual host), serta fitur yang disertakan (backup standar atau versi advance). Berikut kisaran biayanya:

  • Acronis Cyber Backup Standard untuk workstation mulai dari USD $69/tahun
  • Versi Advanced untuk workstation kira-kira USD $99/tahun dengan dukungan fitur tambahan seperti konfigurasi dashboard dan keamanan ekstra. 
  • Untuk server, plan standar bisa berada di sekitar USD $469/tahun.
  • Di Indonesia, harga lokal bisa jauh berbeda. Misal, Acronis Backup Standard Server lisensi 1 tahun bisa dibanderol sekitar Rp 7.705.000 sudah termasuk PPN.

Karena harga bisa berubah tergantung promo, jumlah perangkat, dan kapasitas penyimpanan, selalu cek situs resmi Acronis untuk info terbaru.

Baca Juga:   GitHub Copilot vs ChatGPT: Alat AI Mana yang Lebih Cocok untuk Developer?

Tutorial Cara Menggunakan Acronis Backup

Berikut panduan detail yang akan membantu kamu memahami cara mengoperasikan Acronis Backup secara optimal:

1. Unduh dan Instal Aplikasi

Langkah pertama adalah mengunduh installer Acronis Backup dari situs resmi Acronis. Pilih versi sesuai sistem operasi (Windows, macOS, atau Linux) dan tipe perangkat yang ingin di backup (workstation, server, VM). Setelah itu:

  • Jalankan file installer, lalu ikuti instruksi di layar.
  • Saat proses instalasi, sistem akan meminta pembuatan akun Acronis. Gunakan email aktif untuk verifikasi.
  • Setelah instalasi selesai, buka aplikasi dan login menggunakan akun yang sudah dibuat.

2. Aktivasi Lisensi dan Pengaturan Akun

Acronis Backup menawarkan opsi free trial dan subscription berbayar.

  • Masukkan activation key jika kamu sudah membeli lisensi.
  • Pilih metode pembayaran dan paket yang sesuai kebutuhan (misal: workstation, server, atau cloud).
  • Setelah aktivasi, dashboard utama akan menampilkan menu backup, restore, dan monitoring.

3. Menentukan Sumber Data yang Akan di Backup

Acronis memungkinkan backup berbagai jenis data, seperti file individu, folder, aplikasi, hingga seluruh sistem operasi. Untuk memulai:

  • Klik Add Backup Plan atau Create New Backup.
  • Pilih sumber data, misalnya: Entire Machine (seluruh perangkat), Disks/Partitions, atau Files/Folders.
  • Kamu bisa menambahkan beberapa sumber sekaligus jika ingin backup yang lebih komprehensif.

4. Memilih Lokasi Penyimpanan Backup

Acronis Backup fleksibel dalam penyimpanan. Kamu bisa memilih:

  • Acronis Cloud Storage untuk akses jarak jauh dan keamanan tingkat tinggi.
  • Local Storage seperti hard drive eksternal atau NAS (Network Attached Storage).
  • Hybrid Backup yaitu kombinasi cloud dan lokal untuk redundansi data.

Setelah memilih, pastikan kapasitas penyimpanan cukup dan koneksi internet stabil jika menggunakan cloud.

5. Mengatur Jadwal Backup Otomatis

Salah satu kekuatan Acronis adalah fitur backup otomatis dan terjadwal. Kamu dapat menyesuaikan jadwal sesuai kebutuhan:

  • Real-Time: Backup dilakukan setiap kali ada perubahan data.
  • Harian/Mingguan/Bulanan: Backup berjalan otomatis sesuai jadwal yang ditetapkan.
  • Custom Schedule: Mengatur waktu dan frekuensi backup yang lebih spesifik.

Pastikan perangkat menyala pada jadwal backup agar proses berjalan tanpa hambatan.

6. Menentukan Opsi Keamanan

Acronis menyediakan beberapa lapisan keamanan:

  • Encryption (AES-256): Lindungi backup dengan password dan enkripsi tingkat tinggi.
  • Versioning: Simpan beberapa versi backup sehingga kamu bisa memilih versi sebelumnya jika terjadi kesalahan.
  • Retention Rules: Atur kebijakan penyimpanan agar data lama otomatis dihapus untuk menghemat ruang.

Aktifkan fitur ini agar data tetap aman dari risiko kebocoran atau serangan ransomware.

7. Menjalankan Backup Pertama

Setelah semua pengaturan selesai:

  • Klik Run Now atau Start Backup.
  • Proses backup akan berjalan sesuai pilihan sumber, lokasi, dan jadwal.
  • Aplikasi menampilkan progress bar dan estimasi waktu hingga selesai.
Baca Juga:   Mengapa Memilih Dedicated Server?

Untuk data besar, proses pertama mungkin lebih lama, namun backup berikutnya biasanya jauh lebih cepat karena hanya menyalin perubahan terbaru (incremental backup).

8. Memantau dan Mengevaluasi Proses Backup

Melalui dashboard Acronis, kamu dapat:

  • Melihat status backup (berhasil, gagal, atau tertunda).
  • Mengecek kapasitas penyimpanan yang terpakai.
  • Mengatur ulang jadwal atau menambahkan sumber backup baru jika diperlukan.

Notifikasi email juga bisa diaktifkan agar kamu mendapatkan laporan otomatis.

9. Melakukan Recovery Data

Jika terjadi kerusakan sistem atau kehilangan file, proses disaster recovery dapat dijalankan dengan mudah:

  • Pilih menu Recovery pada dashboard.
  • Tentukan versi backup yang ingin dipulihkan.
  • Pilih lokasi pemulihan (perangkat lama atau perangkat baru).
  • Klik Recover Now dan tunggu hingga proses selesai.

Recovery bisa dilakukan untuk seluruh perangkat, partisi, atau file spesifik. Kecepatan pemulihan tergantung ukuran data dan koneksi internet (jika menggunakan cloud).

Apa Kekurangan dari Acronis Backup?

Meski Acronis Backup dikenal sebagai solusi perlindungan data yang canggih, bukan berarti layanan ini bebas kelemahan. Memahami kekurangannya penting agar kamu bisa menyesuaikan kebutuhan bisnis atau personal sebelum berinvestasi.

1. Harga yang Relatif Mahal

Salah satu keluhan utama pengguna adalah biaya berlangganan yang cukup tinggi dibanding beberapa solusi backup lain. Paket berbasis cloud Acronis mengenakan tarif bulanan atau tahunan yang dapat memberatkan, terutama untuk bisnis kecil atau individu dengan anggaran terbatas. Selain itu, penambahan kapasitas penyimpanan cloud biasanya dikenakan biaya ekstra.

2. Proses Backup Awal Cenderung Lama

Pada backup pertama, terutama jika mencakup seluruh sistem (full backup), prosesnya bisa memakan waktu lama. Hal ini wajar mengingat Acronis menyalin seluruh data tanpa terkecuali. Meskipun backup berikutnya lebih cepat karena menggunakan metode incremental, pengguna baru sering menganggap proses awal ini cukup melelahkan.

3. Konsumsi Sumber Daya Sistem

Aplikasi Acronis memerlukan resource hardware yang relatif tinggi, seperti RAM dan CPU. Saat backup sedang berjalan, performa komputer atau server bisa sedikit melambat, terutama pada perangkat dengan spesifikasi menengah ke bawah. Hal ini bisa mengganggu aktivitas lain jika jadwal backup tidak diatur dengan baik.

4. Kurva Belajar untuk Pengguna Pemula

Antarmuka Acronis memang modern dan intuitif, tetapi fitur-fiturnya sangat kaya. Bagi pengguna awam, banyaknya opsi seperti enkripsi, retensi versi, dan hybrid backup dapat terasa membingungkan di awal. Dibutuhkan waktu untuk benar-benar memahami semua menu dan memanfaatkan fiturnya secara maksimal.

5. Ketergantungan pada Koneksi Internet

Jika memilih Acronis Cloud sebagai lokasi penyimpanan, kualitas koneksi internet menjadi faktor penting. Backup dan recovery data dalam skala besar memerlukan jaringan yang stabil dan cepat. Di daerah dengan akses internet terbatas, proses ini bisa berjalan sangat lambat atau bahkan gagal.

6. Biaya Tambahan untuk Fitur Premium

Beberapa fitur seperti Advanced Disaster Recovery atau perlindungan untuk aplikasi bisnis (Microsoft 365, Google Workspace) tidak termasuk dalam paket dasar. Kamu perlu membeli lisensi tambahan untuk mengakses fitur premium tersebut, yang tentu menambah pengeluaran.

7. Tidak Semua Platform Didukung Secara Lengkap

Walaupun Acronis kompatibel dengan banyak sistem operasi, beberapa integrasi untuk platform tertentu—misalnya server dengan konfigurasi khusus—mungkin memerlukan pengaturan tambahan. Hal ini bisa menjadi kendala bagi tim IT yang menginginkan setup instan.

Tertarik Menggunakan Acronis Backup?

Acronis Backup adalah solusi recovery yang menawarkan perlindungan data menyeluruh, serta pemulihan cepat dan efisien. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, keunggulan Acronis terutama dalam keamanan dan manajemen data tetap menjadikannya pilihan populer di kalangan profesional IT.

Untuk memaksimalkan performa backup dan recovery, kamu dapat memadukan Acronis Backup dengan Cloud VPS Nevacloud. Cloud VPS menyediakan server cepat, aman, dan fleksibel sehingga proses backup data bisa berjalan efisien. Kombinasi ini jelas memberikan manfaat bagi bisnis yang membutuhkan infrastruktur cloud aman dengan performa tinggi.

Avatar for Hiqbal Fauzi

About Author

Hiqbal Fauzi

As SEO Specialist at Deneva with a bachelor's in animal husbandry, passionate about digital marketing, especially in SEO.